June 10, 2013

Street Vendors

"The best camera is the one that's with you"  - Chase Jarvis -

Satu lagi hal yang unik dan menarik yang dapat ditemui di sekitar Masjid Nabawi adalah pedagang kaki lima, kalau yang satu ini biasanya gak pernah sepi dari incaran pembeli yang biasanya merupakan jamaah yang berasal dari berbagai negara khususnya ibu - ibu. 

Saya sering menjumpai ibu - ibu yang kalap kalo udah berhadapan dengan jilbab, gamis, pashmina, atau apapun barang dagangan yang dengan pasrahnya tergeletak seadanya di atas jalanan yang dialasi ambal sederhana. Apalagi diprovokasi dengan gaya pedagang yang melempar - lemparkan selendang dagangannya ke udara, ibu - ibu mana yang gak bertekuk lutut.. ngahahahha!!

Yah namanya juga ingat sanak keluarga yang menunggu kepulangan di tanah air... pulang bawa oleh - oleh hukumnya adalah wajib bagi yang mampu... :)

Awalnya saya hanya sekedar cuci mata melihat suasana sekitar hotel tempat menginap. Para pedagang dan pembeli yang sangat beragam mengusik insting saya untuk mengambil gambar... begh bahasanya! :D
Mulailah perlahan - lahan saya mengeluarkan senjata pamungkas... *backsound musik warkop* 
Yak! apalagi kalo bukan handphone jadul bikinan mendiang Steve Jobs. Tapi sebelum mulai saya sempat berfikir kalo saya motret dengan gaya newbie hunting bareng.. bisa - bisa ditimpuk tasbeh trus dikarungin sama pedagang yang umumnya ibu - ibu bercadar dan berkulit gelap... jangan sampe deh!

Akhirnya dengan memegang handphone dengan kedua tangan mencoba menutupinya dan meletakkannya di daerah perut saya yang six ehm!! one pack ini.. sebisa mungkin saya motret dengan gaya hit and run alias jepret lalu kabur, jadi harap maklum kalo beberapa fotonya terlihat kabur beneran.. ya itu tadi saya lebih khawatir diteriakin pedagang kaki limanya daripada hasil foto yang out of focus.

Oh iya! dari hasil street hunting dadakan ini selain mendapatkan foto saya juga sukses ngeborong pashmina dan jubah gamis buat oleh - oleh... :D
That's all... enjoy!



hamsa riyal.. hamsa riyal.. lima riyal.. lima riyal..!! demikian teriakan penjual selendang ini




















bagus gak cyiiinn?


 dilirik pedagangnya... hiii kabuuurr!!







PS : Para pedagang ini juga cukup pinter lho berbahasa Indonesia jadi gak usah bingung atau takut kalau anda gak bisa berbahasa arab.

June 07, 2013

Around Nabawi

Mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah selalu merupakan perjalanan spiritual yang tak pernah cukup bagiku. Salah satu dari tiga masjid yang diberi keistimewaan oleh Allah, rumah dari kekasihNya sekaligus tempat ia dimakamkan. 

Dapat berkunjung kembali kemari adalah sesuatu yang sulit diungkapkan, do'a hampir setiap muslim yang pernah datang kemari adalah untuk dipanggil kembali mengunjungi tanah suciNya berkali-kali. Ini adalah perjalananku kesekian kalinya ke Masjid Nabawi, dan setiap kali memasuki rumah Allah ini teringat selalu do'a terdahulu. Dia yang Maha Mendengar dan Mengabulkan Permohonan HambaNya.

Perasaan dari do'a yang terkabul memang selalu mengharukan, rasa syukur tak pernah cukup untuk diungkapkan atas semua nikmat dan berkah yang dilimpahkan pada hambaNya. Semoga seluruh umat Islam dapat mengunjungi dua tanah suciNya... Amin Ya Robbal 'Alamin...

Berikut ini beberapa hasil foto dari sekitar Masjid Nabawi yang sempat saya ambil dengan menggunakan iPhone saya. Tadinya saya agak ragu untuk mulai memotret, tapi setelah melihat beberapa orang di halaman masjid mengeluarkan kamera poket, handphone serta tabletnya sayapun akhirnya menyerah untuk ikut mengabadikan keindahan sekitar masjid :)

Kegiatan diluar halaman masjid adalah sesuatu yang cukup menarik bagi saya, begitu beragamnya mulai dari penjual kitab suci, pedagang kaki lima, petugas keamanan, jamaah dari berbagai negara sampai burung merpati yang dengan bebasnya berterbangan disekitar masjid.

Semoga postingan ini dapat membuka wawasan melihat sisi lain dari masjid Nabawi. Postingan selanjutnya masih sekitar Masjid Nabawi, tungguin ya... Wassalam!



















April 19, 2013

Teaser

Dasar penggoda!

Baru pulang ke rumah setelah seharian keliling - keliling.
Nyampe rumah eh genk DE ARISAN udah mulai aja jeprat jepret di lantai 2.
Niatnya mau istirahat, tapi gak nyampe 15 menit malah ikutan motret :D

Lokasi foto pindah dari studio di lantai 2 ke lantai atap.
Menjelang senja mulai foto - foto pake lemparan tepung yang udah disiapin sebelumnya. 

Dilanjutin dengan motret dibantu cahaya senter dari handphone seadanya :D
Pake ASA tinggi tapi asyik aja, grainy - grainy deh! :p